Pages - Menu

Saturday, 24 January 2015

Dua, Satu

al-faqir

Dua
Kaki hanya dua
Tangan hanya dua
Mata hanya  dua
Telinga hanya dua
Lubang hidung hanya dua
Payudara hanya dua
Jempol hanya dua
Telunjuk hanya dua
Jari tengah hanya dua
Jari manis hanya dua
Jari kelingking hanya dua
Satu
Mulut hanya satu
Hidung hanya satu
Kelamin hanya satu
Satu
Dua, satu menjadi satu

Satu dibalik pintu

Contoh Puisi Bahan Lomba "Daun"

al-faqir


Selembar daun terjatuh
Tertinggal atas satu tangkai
Menghempas dalam alunan angin
Mengirama menari sendu

Jauh dalam bayang ranting asal
Tergolek lemah menanti ajal
Kering tak keras namun rapuh
Damai yang diharap bukan dalam sorot mata

Alam indah dalam cita-cita

Puisi Pengobral Taubat "Lagi...."

al-faqir


Melihat lagi
Mengurung lagi
Nikmat lagi
Sesal lagi
Menangis lagi
Berdo’a lagi
Bertekad lagi
Melakukan lagi
Sesal...   sesat...
Sesat...   sesal
Lagi...
Melakukan lagi
Lagi...
Menyesal lagi

Lagi...   lagi...   lagi...

Puisi Untuk Remaja "Arti Kata-Katamu"

al-faqir


Jangan terlalu memaksakan arti atas kata-katamu
Biarkan ia menari dalam prosa
Mengalir dalam rima yang sama
Mengikuti debar jantung yang kasmaran

Aku paham dengan rindumu
Menggebu dengan hasrat yang membuncah
Nikmati saja rasanya
Pada waktunya kau kan lebih bijak

Ah, kau memang indah
Namun bukan waktunya
Lebih indah mimbar pelaminan
Saat ini hanyalah fatamorgana