Pages - Menu

Friday, 26 September 2014

Ajari Aku Syahadat

http://sina-na.blogspot.com



            Suatu hari dua pendeta nasrani datang berkunjung ke Madinah. Ia ingin bertemu dengan Rasulullah saw. Sebenarnya mereka telah memplajari kitab Injil yang menceritakan adanya Nabi di akhir zaman. Nabi itu lahir di Mekkah dan membawa ajaran agama Islam. Kitabnya bernama Al-Qur’an. Maka mereka sangat penasaran dan ingin membuktikan ayat-ayat Injil yang pernah dipelajarinya.
            “benarkah engkau yang bernama Muhammad?” tanya salah seorang diantara mereka.
“Benar” jawab Rasulullah.
Kedua pendeta itu salig berpandangan. Mereka berbisik, “ciri-ciri orang ini seperti yang disebutkan dalam Injil.
Lalu salah seorang diantara mereka bertanya, “apakah namamu juga Ahmad?”
“Benar” jawab Rasulullah.
“siapa nama ayah dan ibumu?”
“Ayahku benama Abdullah dan ibuku bernama Aminah”
Dua pendeta itu benar-benar yakin bahwa orang yang ada dihadapannya adalah Muhammad, Nabi yang telah dijelaskan dalam ayat-ayat Injil.
Mereka kemudian menyatakan maksud kedatangannya.
“sungguh, kami ingin menanyakan sesuatu kepadamu. Jika kamu bisa menjawab, maka kami akan beriman dan mengikuti ajaranmu,” kata mereka.
“silahkan!” jawab Rasulullah.
“wahai muhammad, jelaskan syahadat terbesar dalam Al-Kitab!” pinta mereka.
Rasulullah terdiam. Lalu turunlah firman Allah yang kemudian disampaikan kepada kedua pendeta itu.
“syahadat yang terbesar dalam Al-Kitab adalah: Allah menciptakan roh-roh sebelum badan-badannya, terpaut empat ribu tahun. Dia menciptakan rejeki-rejeki terpaut empat ribu tahun dan dipersaksikan olehNya dengan DzatNya sebelum makhluk diciptakan,”’ kata Rasulullah.
“makhluk yang dimaksud itu siapa?” tanya seorang pendeta.
“Makhluk yang ku maksudkan adalah langit dan bumi, baik daratan maupun lautan. Maka Allah berfirman: Syahidallahu wahuwal aziizul hakiim,” demikian Rasulullah menjelaskan.
Maka kedua pendeta itu membenarkan kalimat yang disampaikan oleh Rasulullah. Mereka lalu membaca dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk islam.

No comments:

Post a Comment