Pages - Menu

Monday, 1 September 2014

Ibu



Belaian lembutmu menghantar tidurku
Suara merdu nan indah bersenandung menenangkan risau ini
Tulus kasih yang tak pernah sirna slalu terpancar dari sorot mata indah

Namun apa balasku terhadapnya
Tatapan mataku selalu penuh dengan rasa marah
Tak ada kata yang kuucap selain cacian
Tak ada embun kasih sayang setetespun dalam sanubari ini

Saat suara itu lenyap
Saat belaian itu sirna
Saat mata yang penuh cinta itu tertutup
Hati ku koyak
Tubuhku lunglai
Hidupku merasakan dilema yang amat dalam
Hanya air mata penyesalan sebagai tanda perpisahan dariku
Hanya segenggam bunga yang kutabur mengiringi perjalanan abadimu

Maafkan aku
Damailah engkau bersama keabadianmu
Kasih sayang mu kan slalu ku ingat dalam sanubari
Ku kan sangat merindu mu
Ibu....

created by: na'roed

No comments:

Post a Comment