Pages - Menu

Wednesday, 1 July 2015

puisi sedih "Untuk Permaisuriku"



Tak pernah ada dalam bayangku
Kesendirian hidup tanpa hadirmu
Sungguh kebahagian kita dahulu begitu kurindukan
Tak ada satu detikpun kebersamaan kita yang kulupa

Kukira selamanya kita kan tetap bersama
Namun memang Tuhan belum meridhainya
Kau lebih dahulu menghadapNya
Meninggalkanku yang mulai rapuh

Namun mutiara buah cinta kita selalu mampu menjadi pelipur lara
Rona wajahnya mengingatkanku akan dirimu
Tawa cerianya menggelitik jiwa mengusik rindu akan namamu
Tiada satu hari pun berlalu tanpa bersamanya

Keinginan terbesarku hanyalah satu
Kehidupan bersamamu lagi lah keinginan itu
Aku berjanji akan lebih memperhatikanmu
Menjagamu agar tak kedinginan saat malam datang
Membenarkan letak selimutmu saat kau terlelap
Mengecup keningmu saat ku coba membangunkan mu tuk tahajud bersama
Selalu berdiri didepan tuk jadi imam shalatmu
Menyayikan lagu cinta saat kau merajuk
Permaisuriku
Relakah kau menungu hadirku walau seribu bidadari mencoba mendekapmu
Tetap menjaga cinta kita tuk selamanya

Aku takan pernah lelah bercerita tentang mu pada buah hati kita
Mengajarinya supaya mendoakanmu dialam sana
Supaya saat kita berkumpul kembali ikatan diantara kita tak pernah merenggang
Permaisuriku
Tunggu aku dalam damaimu
Jaga cintaku atas cintamu

Kamis, 21 Mei 2015
Oleh : Rudiana Abdullatif

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete